Shell Resmikan Pabrik Gemuk di Bekasi, Segini Kapasitas Produksinya
Shell Resmikan Pabrik Gemuk di Bekasi, Segini Kapasitas Produksinya
Shell Indonesia meresmikan pabrik gemuk atau Grease Manufacturing Plant (GMP) di kompleks Pabrik Pelumas Shell di Marunda, Bekasi, Jawa Barat.
/ News
Wisnu Andebar September 16th, 8:30 AM September 16th, 8:30 AM
– Shell Indonesia meresmikan pabrik gemuk atau Grease Manufacturing Plant (GMP) di kompleks Pabrik Pelumas Shell di Marunda, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/9/2026).
Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 12 kiloton atau 12.000 ton per tahun, dan menjadi fasilitas yang melengkapi Pabrik Pelumas (Lubricants Oil Blending Plant/LOBP) Shell di Marunda.
Andri Pratiwa, President Director & Managing Director Lubricants Shell Indonesia mengatakan, kehadiran pabrik tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan produk gemuk yang digunakan di berbagai sektor industri di Indonesia.
“Kami melihat permintaan akan solusi pelumasan yang andal terus bertumbuh seiring berkembangnya industri di Indonesia,” ujar Andri di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, produk gemuk yang diproduksi di pabrik tersebut menggunakan merek Shell Gadus dan memiliki beberapa spesifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi.
“Untuk di grease atau gemuk ini, kita produk family-nya namanya Shell Gadus. Shell Gadus itu ada beberapa spesifikasinya, ada Shell Gadus S2, ada S3 yang lebih premium,” kata Andri.
Ia menjelaskan, perbedaan spesifikasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi, termasuk kondisi kerja dengan temperatur tinggi maupun kebutuhan khusus lainnya.

Teknologi gemuk yang dikembangkan Shell juga diklaim telah disesuaikan dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh original equipment manufacturer (OEM).
“Jadi kita mengembangkan teknologi grease ini yang memenuhi dan juga melampaui dari spesifikasi yang dikembangkan oleh OEM,” lanjutnya.
Andri menambahkan, Shell Gadus tidak hanya ditujukan untuk satu sektor industri. Produk tersebut didistribusikan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari otomotif, manufaktur, agrikultur, pertambangan, hingga sektor pembangkit listrik.
“Dan ini kita distribusikannya hampir ke seluruh sektor, baik itu di otomotif, maupun sektor manufaktur, agrikultur, mining, pertambangan, power sector,” jelas Andri.
Menurutnya, kebutuhan gemuk banyak ditemukan pada komponen yang mengalami kontak antarlogam, termasuk bearing atau bantalan.
“Di mana metal to metal konteks, ada bearing juga pasti membutuhkan grease,” imbuhnya.
Dari sisi pasar, Andri menyebut konsumen terbesar produk gemuk Shell saat ini berasal dari segmen business to business (B2B).
“Target terbesarnya adalah B2B. Walaupun kami juga ada kembangkan untuk di B2C,” ungkapnya.
Untuk kebutuhan B2C, Shell juga menyediakan produk gemuk dalam kemasan berukuran kecil. Sementara untuk kebutuhan komersial, produk tersebut dapat digunakan pada kendaraan seperti truk yang memiliki bearing pada bagian roda.
“Kalau di B2C itu kemasan greasenya ada seperti odol, biasanya karena kecil penggunaannya sedikit,” kata Andri.
“Untuk B2B maupun itu buat di komersial transport, untuk di truk gitu ya, ada rodanya, ada bearingnya, nah itu harus pakai grease,” sambungnya.
Pabrik Manufaktur Gemuk Shell di Marunda dibangun mulai 2024 dan disebut sebagai salah satu pabrik manufaktur gemuk terbesar milik Shell secara global.
Fasilitas tersebut menggunakan teknologi seperti contact reactor untuk meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi operasional.
Produk Shell Gadus yang dihasilkan tersedia dalam sejumlah pilihan kemasan, mulai dari drum, pail, hingga fluid bag sesuai kebutuhan pelanggan industri.
Kehadiran pabrik ini sekaligus memperkuat basis manufaktur Shell di Indonesia.
Sebelumnya, Shell telah menyelesaikan ekspansi LOBP Marunda pada November 2022 yang meningkatkan kapasitas produksi pelumas menjadi 300 juta liter per tahun, dari sebelumnya 136 juta liter per tahun.
Copyright 2026
Related Article
