Calvin Abdiel, pianis Indonesia sabet penghargaan internasional di Hungaria

Calvin Abdiel memperoleh dua penghargaan khusus, yakni Olga Kern Special Prize dan Filharmónia Hungary Special Prize dalam kompetisi piano internasional di Hungaria.

Meski belum meraih gelar juara utama, pianis muda Indonesia Calvin Abdiel boyong dua penghargaan khusus dari kompetisi piano internasional Franz Liszt International Piano Competition 2026 di Hungaria. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas penampilannya dalam kompetisi bergengsi yang mempertemukan para pianis muda dari berbagai negara.

Dikutip dari laman lisztfesztival, panitia menyebut jumlah pendaftar tahun ini mencapai hampir 100 pianis, tetapi hanya 14 pianis yang dipilih untuk tampil di babak langsung di Pécs.

Dengan tuntutan repertoar karya-karya Franz Liszt yang dikenal sangat virtuosik, kompetisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pianis yang datang dari berbagai negara.

Pianis Indonesia Calvin Abdiel berhasil menembus babak akhir dan kemudian membawa pulang dua penghargaan khusus, yakni Olga Kern Special Prize dan Filharmónia Hungary Special Prize di kompetisi itu.

Empat besar dari 100 pianis internasional

Kompetisi ini secara khusus menguji kemampuan para pianis dalam membawakan karya-karya Franz Liszt, komposer yang dikenal dengan karya-karya piano yang sangat menuntut secara teknik.

Dalam babak kompetisi kompeti di Pécs, hanya empat pianis yang berhasil melaju ke final. Mereka harus menyiapkan program berdurasi hingga 50 menit yang mencakup karya asli Liszt, transkripsi, hingga parafrase opera. Calvin Abdiel berhasil melewati tahapan tersebut dan menjadi salah satu pianis yang melanjutkan perjuangan hingga fase akhir kompetisi.

Pengalaman mendebarkan

Calvin mengungkapkan, ikut dalam kompetisi ini adalah pengalaman yang mendebarkan: “Ada momen-momen di mana saya cukup terkejut juga dengan diri saya sendiri, dalam artian yang positif, ya. Saya sangat menikmati kompetisi ini dan saya harap penikmat musik juga bisa menikmati permainan piano saya,” ujarnya.

Meski tidak satupun dari empat finalis yang berhasil meraih gelar juara utama, perjalanan Calvin di Pécs tetap berbuah pengakuan. Pada pengumuman hasil yang digelar 20 September 2026, dewan juri memutuskan tidak memberikan gelar Juara I. Dua pianis, Rozsonits Ildikó dari Hungaria dan Barbare Tataradze dari Georgia, berbagi posisi Juara II dengan hadiah masing-masing 18.000 euro, sementara Juara III diraih pianis Hungaria Sebestyén Pellet dengan hadiah 9.000 euro. Di tengah persaingan tersebut, Calvin Abdiel Tambunan memperoleh dua penghargaan khusus, yakni Olga Kern Special Prize dan Filharmónia Hungary Special Prize, masing-masing senilai 500 euro.

”Menjadi finalis dalam kompetisi ini merupakan suatu kehormatan besar bagi saya, begitu pula dengan menerima Penghargaan Khusus dari Olga Kern Foundation dan Filarmonia Hungary. Sungguh sebuah perjalanan yang luar biasa, mulai dari berbagai babak yang berlangsung setiap hari hingga kesempatan untuk membawakan repertoar indah karya Franz Liszt di tanah kelahirannya sendiri. Saya sangat bersyukur bisa berada di sini dan menantikan apa yang akan terjadi di masa mendatang!” serunya dalam wawancara dengan DW.

Calvin main piano sejak usia lima tahun. Ia banyak menghabiskan waktu di Australia untuk
berlatih musik, lalu meneruskan studinya di Berlin
, Jerman, Ia dikenal atas virtuositas dan musikalitasnya yang kuat. Ia merupakan finalis Sydney International Piano Competition 2021 serta peraih George Frederick Boyle Third Prize dan Nancy Weir Best Australian Pianist Prize. Memulai debut orkestra sejak usia remaja, ia telah tampil bersama berbagai ansambel di Eropa, Asia, dan Australia. Gelar Master of Arts diselesaikannya di Hochschule für Musik Hanns Eisler Berlin.

By 8zslk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *