Milia bukan jerawat! Ini penyebab dan cara mengatasinya yang tepat


Stylo.id –


Apakah kamu sering menemukan bintik-bintik putih kecil di sekitar hidung atau mata yang terlihat seperti



whitehead



namun tak kunjung hilang?


Banyak orang langsung mengira benjolan halus tersebut sebagai jerawat biasa atau pori-pori yang tersumbat. Padahal, bintik tersebut bisa jadi adalah milia yang memerlukan penanganan khusus dan berbeda dari jerawat.


Stylovers, memahami kondisi kulit wajah dengan benar sangat penting agar kamu tidak salah langkah saat melakukan perawatan mandiri di rumah. Seperti yang dilansir dari


kompas.com


,
milia pada dasarnya sama sekali bukan bentuk jerawat meskipun tampilannya sekilas terlihat mirip.


Secara medis, milia merupakan kista berukuran kecil yang di dalamnya berisi keratin atau sejenis protein alami kulit. Seorang dermatolog bernama Aegean Chan menjelaskan “Milia biasanya muncul sebagai benjolan kecil dan keras di bawah permukaan kulit, dan paling umum ditemukan di wajah, khususnya di area pipi, kelopak mata, sekitar mata, dan dahi”


Banyak orang terkecoh dan menganggap bintik ini bisa dikeluarkan cairannya layaknya komedo atau jerawat pada umumnya. Padahal, struktur organ kulit pada milia memiliki perbedaan yang sangat signifikan dibanding jerawat biasa.


“Berbeda dari pori-pori tersumbat, milia tidak memiliki bukaan ke permukaan kulit, yang membuatnya lebih sulit diobati,” ujar Dr. Aegean Chan.


Mengenai faktor pemicunya, Dr. Chan mengungkapkan bahwa tidak selalu mudah untuk menentukan penyebab pasti munculnya milia pada kulit. Namun, terdapat beberapa faktor risiko fisik maupun kebiasaan harian yang dapat memicu timbulnya benjolan keratin ini.


Salah satu pemicu dari luar yang cukup sering terjadi adalah penggunaan produk



skincare



yang sifatnya sangat oklusif.


Pemakaian pelembap dengan tekstur yang terlalu berat dapat memicu penumpukan dan berkontribusi timbulnya milia di area wajah. Oleh karena itu, Stylovers perlu lebih selektif dalam memilih tekstur pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit.


Selain faktor kosmetik, milia juga sering muncul setelah jaringan kulit mengalami kerusakan atau trauma fisik. Kondisi ini dapat terjadi akibat paparan sinar matahari, luka akibat gesekan, hingga efek dari prosedur perawatan laser.


Di samping itu, kebiasaan merokok juga berpotensi meningkatkan risiko timbulnya milia akibat terjadinya kerusakan kolagen pada kulit.


Masalah benjolan bintik putih ini ternyata bisa dialami oleh semua kelompok usia, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Meski demikian, Dr. Aegean Chan mengaku lebih sering menemukan kasus milia pada pasien lanjut usia di atas 60 tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa siapa saja bisa mengalami milia tanpa memandang rentang umur.


Bagi Stylovers yang bertanya-tanya apakah milia bisa menghilang secara alami, jawabannya sangat tergantung pada kondisi spesifik kulit.


Pada kasus bayi dan anak-anak, milia umumnya dapat menghilang dengan sendirinya tanpa perlu tindakan khusus. Sementara pada orang dewasa, milia yang ukurannya sangat kecil terkadang juga bisa lenyap tanpa perawatan medis.


Namun, jika milia tersebut menetap dan mulai mengganggu penampilan wajah, kamu bisa mencoba melakukan perawatan rutin di rumah. Penggunaan produk eksfoliasi kulit secara teratur diketahui dapat membantu merawat dan memudarkan milia seiring berjalannya waktu.


Kamu dapat memanfaatkan produk perawatan yang mengandung bahan aktif seperti serum retinol atau



beta hydroxy acid



(BHA).


Meskipun bintik kecil ini sering kali membuat kamu gemas untuk memencetnya, tindakan tersebut sangat dilarang oleh para ahli. Memencet milia secara paksa tidak akan pernah berhasil mengeluarkan isinya karena tidak adanya bukaan pori. Kebiasaan buruk ini justru berisiko tinggi merusak jaringan kulit dan menimbulkan peradangan baru.


Dr. Aegean Chan memberikan peringatan yang sangat tegas terkait bahaya memanipulasi milia secara mandiri. Ia mengingatkan, “Karena milia berada lebih dalam di kulit dan tidak punya bukaan di permukaan, memencet atau memanipulasinya bisa menyebabkan trauma dan berpotensi menimbulkan bekas luka yang justru lebih terlihat dibanding milia itu sendiri”.


Apabila milia di wajahmu tetap tidak kunjung hilang meskipun sudah rutin menggunakan produk eksfoliasi, kamu tidak perlu panik. Langkah terbaik dan paling aman yang disarankan adalah berkonsultasi langsung dengan dokter kulit. Dokter spesialis dapat melakukan tindakan ekstraksi manual secara higienis dan profesional tanpa merusak jaringan kulit di sekitarnya.


Kesimpulannya, milia adalah kista berisi keratin yang membutuhkan perawatan khusus dan kesabaran ekstra. Hindari memencet bintik putih tersebut dan mulailah merawat kulit menggunakan bahan aktif eksfoliasi yang tepat. Nah Stylovers, tetap jaga kebersihan serta kesehatan kulitmu ya, agar selalu tampak mulus dan bebas dari trauma kulit!

By 8zslk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *